Latest Movie :
Recent Movies

BEBERAPA BAKAL CALON YANG MENDAFTAR MELALUI JALUR PERSEORANGAN TERKENDALA SOAL PRASYARAT ADMINISTRASI

JELAJAH, Cyber News – Terkait dengan pendaftaran bakal calon kepala daerah di beberapa kabupaten di SulSel melalui jalur independen tidak semua akan meloloskan para pendaftar.

Beberapa bakal calon kepala daerah yang sebelumnya telah mendaftar di KPU melalui jalur Independen terjanggal persyaratan verifikasi data.


beberapa persyaratan yang tidak mampu dipenuhi antara lain : soft copy dan hard copy dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), adapula pendaftar yang tidak memenuhi syarat jumlah dukungan minimal sesuai yang telah di tetapkan oleh masing - masing KPUD sebagai penyelenggara pilkada yang akan dilaksanakan serentak Desember mendatang. 


sesuai informasi yang kami himpun hingga saat informasi ini dimuat, pasangan calon yang terjanggal verifikasi terjadi di KPU Gowa, KPU Bulukumba, KPU Maros dan KPU Soppeng.


Pasangan bakal calon di KPUD Gowa, Hasan Hasyim- Abdul Natsir dianggap tidak memnuhi standar minimal dukungan.


Sementara di KPUD Bulukumba pasangan Abdul Kahar Muslim – M Arif tidak diloloskan ke tahapan selanjutnya karena tidak menyerahkan soft copy dan hard copy dokumen dukungan.


Serupa yang terjadi di Selayar, pasangan Andi Taufan Marimba – Andi Nur tidak menyertakan soft copy file persyaratan pendaftaran. Pasangan Andi Taufan Marimba - Andi Nur yang satu-satunya yang mendaftar di jalur independen di Pilkada Selayar juga terganjal di persoalan aadministrasi prasyarat untuk mencalonkan melalui jalur perseorangan.

Di Soppeng juga demikian, pasangan A Nurlinda – Muhammad Aksan dinyatakan tidak lolos pada tahap verifikasi berkas karena tidak memenuhi persyaratan penyerahan data berupa data asli, dan dua foto copy KTP dan atau Kartu Keluarga.


Sedangkan di Maros, ada dua pasangan calon yang dinyatakan gugur, yakni Andi Ince Sari Said – H Abdul Razak Labba dan Andi Anwar Banu-Andi Mappiasse. Dua pasangan ini tidak mampu memenuhi jumlah minimal dukungan yang sebelumnya sudah ditetapkan KPU Maros. (Fr*)

PB NU HARAPKAN JAGA KETENANGAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Logo Nahdatul Ulama
JELAJAH, Cyber News - Menyambut bulan suci ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Muslim untuk menyambutnya dengan hati yang bersih.

Ketua PBNU Said Aqil Siraj seperti yang di kutip di viva.com mengatakan saatnya semua pihak menjaga kehidupan yang damai, tentram dan penuh ketenangan. Karena itu jauhkan konflik, kekerasan, tawuran antar warga satukan gerak dan langkah untuk membangun negeri dengan menjaga suasana kedamaian dan persaudaraan serta menghindari tindakan yang destruktif memancing retaknya persaudaraan dan tatanan berbangsa.

"Mari sama-sama jauhkan konflik, dan hindarkan tawuran antar warga. Mari jaga ketenangan bersama demi bulan suci Ramadhan ini," katanya, Selasa, 16 Juni 2015.

PBNU juga menolak aksi sweeping dan semacamnya yang kerap dilakukan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan saat bulan suci ramadhan.

"Kami minta tidak ada lagi aksi sweeping maupun semacamnya," tambahnya

Sebab, ia menilai tindakan itu justru mengurangi makna kedamaian Ramadhan dan juga masyarakat Indonesia kini sudah memiliki kesadaran sendiri untuk menghormati Ramadhan.


dia menilai rasa kedewasaan umat Islam dari hari ke hari semakin baik, sehingga tidak perlu ada kekerasan dan meminta untuk saling membangun toleransi dan persaudaraan.

GERINDRA SULSEL TELAH MENENTUKAN NAMA - NAMA CALON YANG SIAP UNTUK DI USUNG

Prabowo Subianto (Ketua DPP Partai Gerindra)
JELAJAH, Cyber SulSel : Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang di ketuai oleh Bpk. Prabowo Subianto yang telah membuka pendaftaran di beberapa Kabupaten beberapa waktu lalu kini telah mengerucut dengan beberapa nama yang di rekomendasikan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 Desember mendatang.

KEPALA BAPEDDA PINRANG SIAP BERTARUNG DI PILKADA BARRU

Suardi Saleh (Bapedda Pinrang)
JELAJAH, Cyber Barru - Kepala Bapedda Kab. Pinrang, Suardi Saleh di wacanakan menjadi salah satu sosok yang kuat di Pilkada Barru.

Suardi Saleh yang sudah puluhan tahun bergelut du dunia birokrasi mengaku nelum pernah memberikan konstribusi terhadap tanah kelahiranya.

ANGGARAN PILKADA BARRU DIPASTIKAN BERTAMBAH SEBESAR 400 J

Ilustrasi anggaran Pilkada
JELAJAH, Cyber Barru : Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Barru yang sebelumnya mengusulkan penambahan anggaran pemilihan kepala daerah yang akan berlansung serentak pada bulan desember mendatang dipastikan akan bertambah sebesar Rp 400 Juta. Meski penambahan anggaran tersebut jauh di bawah usulan KPUD Barru yang sebelumnya mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 9 M. Hal ini karena dalam pembahasan banyak item yang berubah dan membutuhkan anggaran lebih.

MANTAN BUPATI BULUKUMBA BERPOTENSI DAPAT DUKUNGAN PARTAI DEMOKRAT

Rakyat for ST15 - Komuniatas team yang mengaku
akan siap dukung Sukri - Tomy
JELAJAH, Cyber Bulukumba - Mantan Bupati Bulukumba periode 2005-2010 Andi Sukri Sappewali dikabarkan akan menggandeng bakal calon dari Partai Demokrat Tomy Satria Yulianto sehingga sangat berpotensi mendapatkan dukungan partai berlambang mercy pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015.

EMPAT BULAN INDIKASI KORUPSI BANSOS BERGULIR DI KEJARI ENREKANG, KPJ DESAK KEJATI DAN BPK SULSEL TURUN TANGAN

Unjuk rasa KPJ di depan Kejati SulSel

JELAJAH, Cyber Korupsi : Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) Kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulawesi Selatan dan BPK perwakilan SulSel, Minggu (15/06/2015).

SIRI NA PACCE DALAM NILAI DAN FALSAFAH HIDUP SUKU BUGIS MAKASSAR

JELAJAH, Cyber Artikel : Dalam budaya Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Mandar dan Tana Toraja) ada sebuah istilah atau semacam jargon yang mencerminkan identititas serta watak orang Sulawesi Selatan, yaitu Siri’ Na Pacce. Secara lafdzhiyah Siri’ berarti : Rasa Malu (harga diri), sedangkan Pacce atau dalam bahasa Bugis disebu Pesse yang berarti : Pedih/Pedas (Keras, Kokoh pendirian). Jadi Pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan atau kesusahan individu lain dalam komunitas (solidaritas dan empati).

Kata Siri’, dalam bahasa Makassar atau Bugis, bermakna “malu”. Sedangkan Pacce (Bugis: Pesse) dapat berarti “tidak tega” atau “kasihan” atau “iba”. Struktur Siri’ dalam Budaya Bugis atau Makassar mempunyai empat kategori, yaitu (1) Siri’ Ripakasiri’, (2) Siri’ Mappakasiri’siri’, (3) Siri’ Tappela’ Siri (Bugis: Teddeng Siri’), dan (4) Siri’ Mate Siri’.
Kemudian, guna melengkapi keempat struktur Siri’ tersebut maka Pacce atau Pesse menduduki satu tempat, sehingga membentuk suatu budaya (karakter) yang dikenal dengan sebutan Siri’ Na Pacce.

Budaya Siri' Na Pacce merupakan salah satu falsafah budaya Masyarakat Bugis-Makassar yang harus dijunjung tinggi. Apabila siri' na pacce tidak dimiliki seseorang, maka orang tersebut dapat melebihi tingkah laku binatang, sebab tidak memiliki rasa malu, harga diri, dan kepedulian sosial. Mereka juga hanya ingin menang sendiri dan memperturutkan hawa nafsunya. Istilah siri' na pacce sebagai sistem nilai budaya sangat abstrak dan sulit untuk didefenisikan karena siri' na pacce hanya bisa dirasakan oleh penganut budaya itu. Bagi masyarakat Bugis-Makassar, siri' mengajarkan moralitas kesusilaan yang berupa anjuran, larangan, hak dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk menjaga dan mempertahankan diri dan kehormatannya. Siri' adalah rasa malu yang terurai dalam dimensi-dimensi harkat dan martabat manusia, siri' adalah sesuatu yang 'tabu' bagi masyarakat Bugis-Makassar dalam berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, pacce mengajarkan rasa kesetiakawanan dan kepedulian sosial tanpa mementingkan diri sendiri dan golongan inil adalah salah satu konsep yang membuat suku Bugis-Makassar mampu bertahan dan disegani diperantauan, pacce merupakan sifat belas kasih dan perasaan menanggung beban dan penderitaan orang lain, kalau istilah dalam bahasa Indonesia "Ringan sama dijinjing berat sama dipikul"

Layaknya sebuah tradisi, maka secara turun temurun konsep nilai ini senantiasa akan menjadi pegangan serta pedoman dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Bilamana pada suatu generasi penafsirannya meleset, maka akan berdampak ke generasi berikutnya. Jika terjadi disintegrasi terhadap penafsiran tentang nilai Siri’ ini, maka tentunya akan berdampak kepada kelanjutan eksistensi falsafah kepada generasi yang akan datang, inilah yang menjadi salah satu kekhawatiran banyak pihak termasuk penulis sendiri, sehingga harus diluruskan agar kedepannya nilai falsafah ini tetap bisa menjadi pedoman, pegangan serta ciri khas masyarakat Bugis-Makassar.

Dasar falsafah hidup yang menjiwai dan menjadi pegangan masyarakat Bugis-Makassar untuk senantiasa hidup baik di negeri sendiri atau negeri orang lain adalah menjadi manusia yang perkasa dalam menjalani kehidupan. Setiap manusia keturunan Bugis-Makassar dituntut harus memiliki keberanian, pantang menyerah menghadapi tantangan ataupun ujian hidup. Itulah sebabnya maka setiap orang yang mengaku sebagai masyarakat Bugis-Makassar memiliki orientasi yang mampu menghadapi apapun.

Hakekat prinsip tersebut bersumber pada leluhur masyarakat Bugis-Makassar yang tersimpul dengan “duai temmallaiseng, tellui temmasarang” (dua bagian yang tak terpisahkan dan tiga bagian yang tak terceraikan).

Nilai siri’ dapat dipandang sebagai suatu konsep kultural yang memberikan implikasi terhadap segenap tingkah laku yang nyata. Tingkah laku itu dapat diamati sebagai pernyataan ataupun perwujudan kehidupan masyarakat Bugis-Makassar.

Apabila kita mengamati pernyataan nilai siri’ ini atau lebih konkritnya mengamati kejadian-kejadiannya berupa tindakan, perbuatan atau tingkah laku yang katanya dimotivasi  oleh siri’, maka akan timbul kesan bahwa nilai siri’ itu pada bagian terbesar unsurnya dibangun oleh perasaan sentimental atau sejenisnya. Kemudian penafsiran yang berpijak kepada melihat kejadian-kejadian yang timbul akibat penafsiran siri’, misalnya: malu-malu, aib, iri hati, kehormatan dan harga diri, dan kesusilaan. Cara pandang seperti ini jelas merupakan sebuah cara pandang yang kurang lengkap terutama apabila hendak mengamatinya dari sudut konfigurasi kebudayaan. Sebab hal tersebut merupakan sebuah nilai yang bukan hanya sebuah nilai kebudayaan akan tetapi juga merupakan sebuah nilai/falsafah hidup manusia.

Kemudian, hakikat kebenaran dari falsafah inilah yang mulai surut dalam setiap tingkah laku maupun tindakan kolektif masyarakat Bugis-Makassar. Sebagai seorang masyarakat Sulawesi Selatan, penulis melihat, disintegrasi semacam ini sudah lama terjadi. Bagaimana rasa malu yang tidak ditempatkan pada tempat semestinya, mendahulukan rasa amarah ketimbang sikap rasional dalam memahami suatu permasalahan. Jika berkaca pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di daerah ini, mulai dari demonstrasi yang selalu berakhir dengan kerusuhan, sampai kepada perilaku bermasyarakat yang mulai berujung kepada konflik. Distintegrasi seperti inilah yang kemudian berpotensi melahirkan ketidakstabilan dalam kehidupan sosial bermasyarakat di masa yang akan datang.

Apabila kita ingin mendalami makna siri’ dengan segenap permasalahannya, antara lain dapat diketahui dari lontara’ La Toa. Dimana dalam lontara ini berisi pesan-pesan dan nasehat-nasehat yang merupakn kumpulan petuah untuk dijadikan sebagai suri tauladan. Kata La Toa sendiri sejatinya memiliki arti petuah-petuah, dimana juga memiliki hubungan yang erat dengan peranan siri’ dalam pola hidup atau adat istiadat masyarakat Bugis-Makassar. Misalnya dapat dilihat pada beberapa point dalam lontara’ tersebut: Siri’ sebagai harga diri ataupun kehormatan, Mapappakasiri’ artinya menodai kehormatannya, Ritaroang Siri’ yang artinya ditegakkan kehormatannya, Passampo Siri’ yang artinya penutup malu, Siri’ sebagai perwujudan sikap tegas demi sebuah kehormatan hidup.

Kata siri’ dapat juga diartikan sebagai pernyataan sikap yang tidak serakah dan sebuah prinsip hidup masyarakat Bugis-Makassar. Ungkapan-ungkapan seperti : siri’ na ranreng (siri’ dipertaruhkan demi kehormatan), palaloi siri’nu (tegakkan siri’mu), tau de’ siri’na (orang tak memiliki malu tak memiliki harga diri) merupakan semboyan-semboyan falsafah hidup masyarakat Bugis-Makassar.

Dari aspek ontologi (wujud) budaya siri' na pacce mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan pandangan islam dalam kerangka spiritualitas, dimana kekuatan jiwa dapat teraktualkan melalui penaklukan jiwa atas tubuh. Inti budaya siri' na pacce mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat Bugis-Makassar, karena siri' na pacce merupakan jati diri dari orang-orang Bugis-Makassar. Dengan adanya falsafah dan ideologi siri' na pacce maka keterikatan antar sesama dan kesetiakawanan menjadi lebih kuat, baik dengan sesama suku maupun dengan suku yang lain. Konsep siri' na pacce bukan hanya dianut oleh kedua suku ini (Bugis dan Makassar), tetapi juga dianut oleh suku-suku lain yang mendiami daratan Sulawesi seperti, suku Mandar dan Tator, hanya kosakata dan penyebutannya saja yang berbeda, tetapi falsafah ideologinya memilikii kesamaan dalam berinteraksi dengan sesama.
Ungkapan sikap masyarakat Bugis-Makassar yang termanifestasikan lewat kata-kata taro ada’ taro gau (satu kata satu perbuatan), merupakan tekad atau cita-cita dan janji yang telah diucapkan pastilah dipenuhi dan dibuktikan dalam perbuatan nyata. Hal tersebut juga sejalan dengan prinsip-prinsip abattireng ripolipukku (asal usul leluhur senantiasa di junjung tinggi, semuanya ku abadikan demi keagungan leluhurku).
Berdasarkan jenisnya siri' terbagi  yaitu:

Siri' Nipakasiri'
Adalah Siri’ yang berhubungan dengan harga diri pribadi, serta harga diri atau harkat dan martabat keluarga. Siri’ jenis ini adalah sesuatu yang tabu dan pantang untuk dilanggar karena taruhannya adalah nyawa.


Sumber : Bugis Makassar Trip

bugismakassartrip.blogspot.com/2014/05/siri-na-pacce-dalam-nilai-dan-falsafah.html?m=1

KAPOLRI NILAI SULAWESI SELATAN DAN TENGAH RAWAN KONFLIK PILKADA

Jenderal Badrodin Haiti (Kapolri)

JELAJAH, Cyber Nasional : Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) telah melakukan pemetaan terhadap beberapa derah yang yang akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang dan dianggap memiliki potensi kerawanan konflik cukup tinggi.

KECELAKAAN DI JALAN POROS MAKASSAR PANGKEP TERJADI KECELAKAAN TRAGIS YANG MENELAN KORBAN

Ilustrasi kecelakaan

JELAJAH! Cyber Peristiwa : Dikabarkan terjadi kecelakaan tragis di Jl. Poros Makassar - Pangkep, Minggu malam(14/06/2015) .



Dikabarkan tabrakan antara mobil truk pemuat bensin dengan motor matic biru dengan polisi DD 3451 EE yang dikendarai oleh seorang wanita yang diduga atas nama 
SUSANTI (23). Akibat tabrakan tragis ini menelan korban Susanti yang menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian.


INCUMBENT BUPATI PANGKEP DI ISUKAN RENCANA PAKET DENGAN MANTANG RIVALNYA

Ilustrasi Pilkada
JELAJAH, Cyber Pangkep : Terkait pemilihan Kepala daerah yang dilaksanakan serentak di 11 (sebelas) Kabupaten se Sulawesi Selatan pada bulan Desember mendatang. Salah satunya adalah Kabupaten Pangkep, daerah yang memiliki kandidat incumbent yang akan siap kembali  bertarung pada akhir tahun mendatang.

12 BAKAL CALON MENDAFTAR DI GOLKAR BULUKUMBA

A. Sukri Sappewali saat mendaftar di Golkar Bulukumba
JELAJAH, Cyber Bulukumba : Partai Golkar yang telah membuka pendaftaran bakal calon (balon) bupati Bulukumba menjelang pemilihan kepalada daerah mendatang. Pendaftaran yang rencana akan di tutup pukul 22.00 Wita nanti.

MAKNA PUTRA DAERAH DALAM MENGANALISIS KLAIM DIRI SEBAGAI BENTUK IDENTITAS MUSIMAN MENJELANG PILKADA

Ilustrasi pemilihan Kepala Daerah
Cyber Artikel

Penulis : Musdalifa Indra Pratiwi.S.Sos 

JELAJAH, Cyber Opini : Pilkada sebentar lagi akan dilaksanakan di 11 (sebelas) Kabupaten secara serentak di Sulawesi Selatan. Pada moment ini keterlibatan masyarakat sangat menentukan nasib dan perkembangan daerah 5 (Lima) tahun kedepan. Sehingga diperlukan analisa yang tajam bagi tiap – tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya. Olehnya itu perngenalan dan sosialisasi calon atau kandidat akan yang siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah harus dikatahui setiap anggota masyarakat sebagai acuan dalam memilih nahkoda yang akan memimpin suatu daerah selam 5 (lima tahun kedepan).

Berbicara tentang pilkada..!!, Pilkada merupakan bagian dari otonomi daerah (Otoda) dengan tujuan untuk memperkuat partisipasi dan keterlibatan masyarakat. Olehnya itu sangat diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat daerah. Dengan adanya pilkada di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Kehadiran Pilkada sebagai bentuk dari Otonomi daerah (Otoda) merupakan suatu regulasi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin dalam hal ini Bupati dengan maksud dan tujuan meperlihatkan sejatinya sebuah demokrasi di Negeri ini.

Namun ada hal yang sangat menarik sesaat sebelum menjelang pilkada, yakni dengan berkembangnya wacana putra daerah. Akhir-akhir ini kata putra daerah semakin membumi dan menjadi nilai jual bahkan diyakini menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin daerah. Sehingga jangan heran lagi ketikan seorang calon bupati menambahkan keterangan putra daerah pada setiap kampanyenya.

Melihat fenomena tersebut, diperlukan pemikiran, analisa, pengalaman serta referensi secara jernih dalam memaknai kalimat putra. Apakah yang dimaksud putra daerah adalah mereka yang lahir, berkependudukan dan hidup tumbuh besar di daerah yang ?. Apakah putra daerah merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin? Dan ataukah putra daerah mereka yang memiliki hubungan biologis dengan masyarakat sekitar atau sekedar lahir di suatu daerah dan setelah itu, mereka pergi dan tidak pernah memberikan konstribusi terhadap daerah tersebut ?


Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa depdikbud republik Indonesia tidak terdapat arti dari kata putra daerah. Kata yang berdekatan ialah bumi putera yang memiliki arti anak negeri atau penduduk asli atau pribumi. Masih berdasarkan kamus tersebut jika kata putra daerah dibagi dua, yakni putra dan daerah, maka didapati arti putra yaitu anak laki-laki dan daerah yakni suatu tempat sekeliling atau yang termasuk di lingkungan suatu kota, wilayah, dll.

Sedangkan menurut webstern dictionary kata putra daerah lebih dekat kepada kata native (orang pribumi) yang artinya an origin in habitant (penduduk asli) or long life resident (penduduk tetap) atau existing in or belonging to one by nature (seseorang yang tinggal di daerah tersebut).

Berdasarkan defenisi diatas dalam teori Samuel P. Huntington, pernah mendefenisiskan putra daerah menjadi 4 jenis yang salah satunya adalah :

Putra Daerah daerah politik, yaitu putra daerah genealogis yang memiliki kaitan politik dengan daerah tersebut, bahkan Putra daerah politik terkadang hanyalah klaim diri dan melekatkan status sebagai putra daerah dan hanya memiliki hubungan biologis (orang tua atau keluarga berasal dari daerah yang dimaksud) dengan masyarakat sekitar namun tidak pernah memberikan konstribusi kepada daerah tersebut, Sering kita dapatkan seorang perantau yang telah sukses kembali kedaerah hanya karena kepentingan politik.
Putra daerah ekonomi, yaitu putra daerah genealogis yang karena kapasitas ekonominya kemudian memiliki kaitan dengan daerah asalnya melalui kegiatan investasi atau jaringan bisnis di daerah asalnya. Putra daerah ini terlintas hanya memiliki kepentingan pragmatis dengan daerah asalnya. Mereka menggunakan daerah hanya sebagai basis pemenuhan kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri. Namun sebaliknya daerah itu pun sedikit banyak memperoleh keuntungan politik dan ekonomi dari mereka.

Putra daerah sosiologis, yaitu mereka yang bukan saja memiliki keterkaitan genealogis dengan daerah tersebut tetapi juga hidup, tumbuh, dan besar serta berinteraksi dengan masyarakat daerah tersebut. Mereka menjadi bagian sosiologis dari daerah tersebut. Dan banyak memberikan konstribusi kepada masyarakat sekitar dan daerah serta melakukan keseharianya memiliki hubungan social dengan masyarakat sekitar.

Dari defenisi-defenisi di atas, jelaslah bahwa putra daerah tidak dapat didefenisikan secara sempit. Putra daerah tidak hanya dapat di artikan sebagai orang yang merupakan penduduk asli dari suatu daerah atau merupakan suku dari suatu daerah tersebut. Namun defenisi putra daerah mengandung makna yang luas tergantung dari obyek dan sudut pandang kita menilai. Selain itu, dalam suatu daerah tidak mungkin hanya terdapat satu macam suku atau pun ras tapi terdiri dari berbagai macam suku dari berbagai daerah yang datang dan menetap di daerah tersebut.

Inilah salah satu kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku. Jika pemahaman-pemahaman tentang putra daerah ini terus dikembangkan maka akan memicu timbulnya semangat primordialisme atau rasa kesukuan yang berlebihan yang dapat mengancam keutuhan  suatu daerah bahkan negara republik indonesia.

Kembali ke pemilihan pemimpin daerah yang harus diutamakan ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu daerah tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun tidak memiliki kapabilitas, integritas terlebih lagi sikap ketegasan dan pangalaman sebagai pemimpin.

Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik serta public figure yang benar – benar telah teruji, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas serta ketegasan yang sangat dibutuhkan di dunia  perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas dan mampu menjawab segalah permasalahan suatu daerah dan keluhan rakyat.

Berangkat dari beberapa defenisi putra daerah yang telah dijelaskan, Bahwa terkadang adanya klaim status yang melekatkan sebuah status dalam dirinya sebagai putra daerah sehingga menarik simpati masyarakat perlu analisa dan penerawangan yang tajam. Hak politik mencalonkan diri sebagai kepala daerah merupakan hak yang telah melekat pada setiap masyarakat, namun telah diatur dalam regulasi yang mengatur tentang pemilihan Kepala Daerah. Namun yang perlu kita ketahui bersama klaim diri dengan melekatkan status sebagai bentuk sanderaan kepentengan politik harus perlu penafsiran dan pemaknaan yang jerni, beberapa fenomena yang telah terjadi akibat klaim diri sehingga sebagian masyarakat tertipu dan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Kita tidak membatasi hak Politik bagi mereka yang ingin bertarung dalam pesta demokrasi mendatang, Namun bercermin pada beberapa pengalam yang lalu perlu ada penalaran yang mesti kita hadirkan dari sekarang. Bahwa klaim diri sebagai putra daerah harusla berdasarkan dengan defenisi dan sudut pandang yang telah kita bahas diatas dan hal ini tidak terlepas dari kepentingan suatu daerah. Pemimpin yang mengetahui Geopolitik, Geografis dan Demografis serta keseharian suatu masyarakat dianggap ideal memimpin suatu daerah.

Jika suatu kepemimpinan diserahkan kepada yang tidak memiliki kapabilitas dan pengetahuan maka kita sedang mempersiapkan kehancuran yang terencana seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya:

“Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. ada yang bertanya, “bagaimana menyia-nyiakannya?” beliau menjawab, “jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhari). (*)



Dengan senang hati kami akan memuat tulisan berupa opini, artikel, peristiwa, dll  yang anda kirimkan ke Email kami. Kami telah menyiapkan kolom kepada citizen yang telah mengirim tulisan ke email kami. Silahkan kirim tulisan anda di Email : onlinejelajah@gmail.com atau melalui  via pesan facebook : Balla Jelajah (Jelajah Cyber)

A. SUKRI SAPPEWALI - TOMI SATRIA PASANGAN KUAT DI PILKADA BULUKUMBA



JELAJAH, Cyber Bulukumba : Kehadiran pasangan bakal calon A. Sukri Sappewali dan Tomi Satria Yulianto tampak semakin kuat di Pilkada Bulukumba yang dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

AM. Sukri Sappewali dan Tomi Satria Yulianto
Kedua figur yang memiliki karakter berbeda menjadi pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dan dipastikan sampai hari ini pasangan Sukri – Tomi hadir sebagai pasangan terkuat. Belum lagi dengan beberapa hasil lembagai survei yang memposisikan A.Sukri memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi. Posisi kekuatan Sukri – Tomi dianggap mampu memenangkan Pilkada bulukumba yang akan berlansung akhir tahun mendatang.

A. Sukri Sappewali merupakan purnawirawan yang berafiliasi dan bahkan menjadi politisi senior di Bulukumba dan pernah menjabat sebagai bupati di periode 2005 – 2010, sedangkan Tomi Satria yulianto adalah legislator muda yang memiliki integritas dan kapabilitas yang telah teruji di kursi parlemen Bulukumba.


OPERASI PATUH POLRESTABES MAKASSAR MENGALAMI PENINGKATAN 260 PERSEN PELANGGARAN



JELAJAH, Cyber Makassar :Operasi patuh yang yang digelar oleh  Kepolisian Resort Kota Besar Makassar sejak 27 Mei hingga Kamis 11 Juni 2015 berhasil menjaring sekitar 1.154 orang yang melakukan pelanggaran.

Sesuai pantauan  kami para pengendara atau pengemudi yang terjerat pelanggaran mayoritas tidak punya kelengkapan surat surat kendaraan misalnya STNK dan SIM.

Pelanggaran lain adalah bentuk kelalaian pengemudi yang tidak menggunakan helm serta pelanggaran rambu – rambu lalu lintas dan marka jalan.

PELANTIKAN YPAC PERIODE 2015 - 2019 DIHADIRI KETUA PKK INDRA JUSUF ISMAIL



JELAJAH, Cyber Makassar : Pada acara pelantikan pengurus Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) periode 2015 - 2019 Kota makassar tampak di hadiri ketua tim penggerak PKK kota Makassar Indra jusuf Ismail, Sabtu (13/06/2015).

Ketua YPAC Kota Makassar yang terpilih pada pekan ini, Kamalia T Tantu hudli Huduri menggantingkan Hj. Andi Soraya Mattalatta ketua YPAC Makassar sebelumya. Pelantikan berlangsung di Kantor YPAC Kota Makassar, jl. Kapten Pierre Tendean.

SEJUMLAH MAHASISWA MENYADERA MOBIL DINAS SEBAGAI BENTUK KEKECEWAAN AKAN TERLAKSANANYA NIGHT RUN PARTY DI BANTAENG


Massa Aksi menjadikan mobil dinas sebagai panggung orasi

JELAJAH, Cyber bantaeng : Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli bantaeng (AMPB) melakukan aksi demostrasi di depan BPKP RI Perwakilan SulSel, Makassar,  siang tadi, Sabtu (13/06/2012).

Puluhan massa aksi asal Kabupaten Bantaeng menolak kegiatan night run party yang telah mendapat persetujuan dari Pemda Bantaeng. Aksi yang unjuk rasa yang berlansung sekitar 2 (dua) jam ini sempat memacetkan jalan dari arah flyover menuju arah Jl. Sultan Alauddin, Makassar.

Koordinator Lapangan Aksi, Hasrul Mulyadi menilai bahwa Pemda Bantaeng telah keliru memberikan izin kegiatan dalam menjemput bulan Suci Ramadhan.

MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN VIVO SMARTPHONE MAKASSSAR BERBAGI SESAMA DI PANTI ASUHAN


Rekan Vivo Saat berbaur dengan anak yatin dan penahyerahan sembako di Panti Asuhan Hikmah
JELAJAH, Cyber Makassar : Menjelang penyambutan Bulan Suci Ramadhan, salah satu perusahaan smartphone, Vivo melakukan bakti social dengan membagikan perlengkapan dapur berupa sembako di Makassar sore tadi, Jumat (12/06/2015).

PENERIMAAN LIMA UNIT AMBULANCE DIANGGAP LIRIKAN INVESTOR ASING


Pandu Winata
JELAJAH, Cyber Jeneponto : Setelah bantaeng yang menjadi daerah yang dijadikan sebagai alat untuk memperkaya diri yakni investor asing,kini kab jeneponto mulai membuka ruang dan dilirik oleh investor asing yang siap bekerjasama untuk menguras SDA.

Salah satu aktivis Mahasiswa asal Jeneponto, Pandu winata menilai bahwa ini sangat jelas dengan diberikannya 5 unit mobil Damkar dan ambulance  sebagai bantuan yang diberikan oleh TOYOTA salah satu perusahaan terbesar di jepang. Saya sangat prihatin ketika sampai ini terjadi di Butta Turatea, melihat kondisi beberapa daerah yang menjadi bulan-bulanan para kapitalis yang siap menguras kekayaan alam di indonesia secara umum.

Pandu Winata yang berpedoman di daerah tetangga menambahkan, Bantaeng salah satu daerah yang sangat digemari investor contoh: PT. Global seafood (Pabrik ikan Kaleng) yang mulai dibangun pada tahun 2008 dan sampai hari ini belum terselesaikan pembangunannya apa lagi beroprasi, pemerintah harus mandiri dalam mengelola kekayaan alam dan jeli melihat potensi yang ada di jeneponto tersebut.

BERI IZIN NIGHT RUN, PEMDA BANTAENG DAPAT KECAMAN DARI AKTIVIS MAHASISWA


Yudha jaya
JELAJAH, Cyber Bantaeng : Dalam rangka menyambut bulan suci ramdhan di kab.Bantaeng Fx Entertainment Menggelar Acara Night Run Bantaeng 3k Social Movement. Pada hari sabtu (besok malam) tgl. 13 juni 2015 di pantai seruni. Dan menghadirkan Live DJ (disk joki) Ferformance Dance

 
Support : Cyber Jelajah
Since © 2014. CYBER JELAJAH - Kupas Jelajah Informasi
Email : onlinejelajah@gmail.com
FB : Balla Jelajah (Jelajah Cyber