Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

LEGISLATOR SULSEL NILAI KADISHUB, MASKUR A SULTAN PEMBOHONG SAAT TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN RSP KOMISI D

Maskur A Sultan
(Kadishub Perhubungan)
JELAJAH, Cyber Makassar – Rapat dengar pendapat (RDP) yang telah di agendakan para anggota Komisi D DPRD Sulsel pada hari selasa 23 Juni 2015 di batalkan lantaran kepala dinas perhubungan provinsi sulsel, Maskur A Sultan yang telah di undang sebelumnya beralasan melakukan ibadah umrah.

Pasalanya para anggota Komisi D DPRD Sulse menyebut Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Provinsi Sulawesi Selatan, Masykur A Sulthan pembohong dan pembual. Masykur yang diundang rapat dengar pendapat pada Selasa, 23 Juni 2015 tidak hadir karena beralasan sedang melaksanakan ibadah umrah. Akibatnya, rapat tersebut harus ditunda hingga Masykur pulang dari ke tanah air.

Namun sesuai informasi yang kami himpun dua hari berselang, Masykur ternyata mengikuti seleksi bakal calon bupati (balon) Bulukumba di Sekretariat Golkar Sulsel, Jl Botolempangan, Makassar, Kamis 25 juni 2015. Hal inilah yang membuat beberapa legislator menuding Maskur Pembohong.


“Katanya pergi umrah, tetapi saya lihat hari ini di koran, ada foto Pak Masykur sedang mengikuti pemaparan visi-misi di Partai Golkar. Ini artinya kita semua di komisi D dibohongi,” ujar Anggota Komisi D dari fraksi PPP, Sugiarti Mangun Karim, Jumat 26 Juni 2015, Sesuai yang di kutip di harian Rakyat Sulsel.


Rahman Syah yang juga Anggota Komisi D mengungkapkan hal yang serupa. Rahman menilai Masykur juga membohongi Asisten II Pemerintah Provinsi yang mewakili Gubernur Sulsel dalam rapat dengar pendapat tersebut.

“Awalnya kita tidak masalah, jika pak Masykur pergi umrah, karena itu ibadah, tetapi kenapa ada orang pergi umrah hanya dua hari,” ucapnya yang di kutip di Harian Rakyat Sulsel

Komisi D berencanan akan mengevaluasi dengan memanggil kembali Masykur A Sultan serta juga membahas tentang rapat dengar pendapat triwulan dua. Selain itu, ia juga mengingatkan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Kalau mau izin, sebaiknya jujur saja, kalau ada kegiatannya di luar kota atau sedang ikut dengan Gubernur,” tegasnya.

BULUKUMBA : HARGAI HAK POLITIK DAN NILAI - NILAI DEMOKRASI A. SUKRI DI NOBATKAN SEBAGAI POLITISI SENIOR


Andi Sukri A Sappewali

JELAJAH, Cyber Bulukumba : Sehubungan dengan pemilihan kepala daerah yang akan berlansung serentak di 11 Kabupaten pada 9 Desember mendatang kini memunculkan beberapa tokoh yang menyatakan sikap untuk terlibat dalam kontestasi pesta demokrasi tersebut.

A. Sukri Sappewali salah satu politisi senior yang juga mantan Bupati Bulukumba periode 2005 - 2010 yang sebelumnya telah menyatakan sikap akan kembali bertarung dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Mantan Bupati yang juga purnawirawan ini tampak sangat paham dan menjunjung tinggi nilai - nilai demokrasi serta sangat menghargai hak politik setiap individu, bahkan keluarga sekalipun.

Kedewasaan A. Sukri Sappewali dalam menjajaki dunia politik menjadikan sebagian besar perspektif masyarakat menobatkan nama A. Sukri sebagai politisi senior di Kabupaten Bulukumba.

A. Sukri Sappewali yang di wacanakan kembali akan bertarung dan memiliki hasil survei popularitas, Kapabilitas dan elektabilitas tertinggi menjadikan A. Sukri di agung - agungkan sebagian menyarakat untuk kembali memimpin Bulukumba. A. Sukri yang melakukan sosialisasi dengan mengedepankan nilai - nilai demokrasi dan menghargai hak politik individu orang lain semakin memperlihatkan kedewasaan mantan Bupati tersebut dan semakin dapat menarik simpati masyarakat Bulukumba.

Salah satu aktivis mahasiswa, Muh Fardhy menilai bahwa kedewasaan A. Sukri dalam menjajaki dunia politik merupakan cerminan untuk menerawangan siapa pemimpin yang mampu memimpin Bulukumba kedepanya.

"Kedewasaan inilah yang mestinya harus menjadi panutan bagi seluruh politisi yang akan siap bertarung di Bulukumba, apalagi bagi mereka yang sebelumnya memiliki profesi yang berbeda. Dengan memperlihatkan kedewasaan dalam bentuk menghargai hak politik serta menjunjung nilai - nilai Demokrasi". Ucap Fardhy saat di konfirmasi melalui via phone

"Tidak banyak orang bisa memperlihatkan kedewasaanya dalam dunia politik, apa lagi bagi mereka yang baru beradaptasi dengan profesi yang baru ini. yakinkan saja bahwa bagi mereka yang dewasa dalam menjajaki dunia politik merupakan sebuah cerminan yang bisa kita jadikan penerawangan siapa yang akan mampu memimpin Bulukumba lima tahun kedepan" Tambahnya.

Kedewasaan dalam kontestasi pesta demokrasi dianggap merupakan upayah untuk mengurangi potensi caos dan akan menjanjikan pilkada yang aman, tentram dan damai. Serupa dengan yang di Sampaikan oleh Muh. Fardhy aktivis mahasiswa ini.

" Saya sangat sepakat sekiranya semua orang terlebih pada kedewasaan dengan mengedepankan nilai - nilai demokrasi. jangankan cuma mereka kandidat tapi pemenangan atau biasa kita sebut dengan kalimat team sukses harus melakukan kampanye dengan santun dan memberikan study politik terhadap publik. yakinkan saja ketika semua pemikiran bisa sedewasa ini maka kita akan menyaksikan pula pesta demokrasi yang dewasa aman dan damai" Ucap Aktivis mahasiswa tersebut melalui via phone. (*)

BULUKUMBA : SEMAKIN HEBOH AKRONIM ST15 DI MAKNAI SUKRI - TOMY

JELAJAH, Cyber Bulukumba : Tagline ST15 yang sebelumnya di hebokan dengan arti Sahabat Tomi kini mulai berkembang dengan makna Sukri - Tomi, Tagline yang sangat menghebokan sebagian besar masyarakat Bulukumba terkhusus di media sosial ini semakin menperjelas dukungan terhadap ke dua figur yang di isukan akan berpasangan pada pemilihan Kepala Daerah di Bulukumba.

Antusias Sahabat Tomi, pendukung dan loyalis AM. Sukri A Sappewali yang meramaikan media sosial dengan tagline ST15 Sukri - Tomy menuju #BulukumbaKeren Sejahtera dan Terdepan semakin menghebokan media sosial.

Tidak mau kalah dengan pendukung lainya, seorang perempuan dengan akun Blackberry Riska Aprilia yang memasang photo Sukri - Tomy, tagline Rakyat For ST15, dengan personal massange "Relawan Anak Rakyat Untuk ST15 || Sejahtera dan Terdepan || BulukumbaKeren" .

Setelah di konfirmasi pemilik akun BB Riska Aprilia menilai dengan hadirnya seorang Tomy Satria Yulianto sebagai bakal calon paket A. Sukri Sappewali di pilkada mendatang menjadikan pasangan ini semakin ideal untuk memimpin Bulumumba kedepanya.

"A. Sukri yang memiliki segudang pengalaman di dunia pemerintahan terkhusus dalam memimpin Kab. Bulukumba di dampingi dengan tokoh muda yang yang sebelumnya publik sudah kenal dengan kapabilitas dan integritas serta progres pemuda ini kelihatan lebih mampu untuk memimpin Bulukumba kedepanya" Terang Riska Aprilia dalan keterangan tertulisnya melalui via BBM.


Tidak hanya itu salah satu pemuda asal Bulukumpa, Rahman menilai bahwa kehadiran tokoh muda Tomy Satria Yulianto yang di isukan akan terlibat dalam kontestasi di Pilkada Bulukumba merupakan hal baru dan mestinya harus teruwujud menjadi pemimpin di Kab. Bulukumba.


Senada dengan keterangan Dewan presidium Poros Pemuda Indonesia (PPI) yang juga aktivis asal Bululumba, Iswadi yang dilansir Fajar online mengatakan Bulukumba sudah saatnya dipimpin oleh kaum muda yang energik dan punya wawasan yang luas. Terkhusus tentang politik pemerintahan.

"Saatnya kesempatan itu diberikan kepada kaum muda tanpa mendiskriminasikan calon yang lain . hari ini Bulukumba butuh orang yang energik dan berpengalaman. Bisa membangun Bulukumba baik dari sektor pertanian maupun pariwisata. Itu agar mampu bersaing dengan kabupaten yang lain dalam hal prestasi terkhusus tidak tertinggal dari kabupaten bantaeng yang berbatasan langsung dengan Bulukumba". papar Dewan Presidium PPI ini, Iswadi yang di kutip dalam Fajar Online edisi  7 Maret 2015.


Tomy Satria Yulianto yang juga legislator partai Demokrat di DPRD Bulukumba ini banyak di kenal dengan progres serta ide cemerlang, bahkan Figur ini juga heboh dikenal dekat dengan sebagian masyarakat. Sesuai informasi yang di himpun oleh kerabat Jelajah Cyber banyak masyarakat yang menilai Tomy suka bergaul dengan masyarakat dan cepat beradaptasi dengan masyarakat. Sebagian masyarakat juga  bertanya  - tanya tentang sosok seorang Tomy yang begitu meriah menjadi buah bibir di sebagian besar masyarakat bulukumba. "Seperti apa yah sosok seorang tomy, kenapa begitu banyak di bicarakan masyarakat ?" singkat salah satu masyarakat yang mengaku asal Bonto nyeleng ini. (sfrd*)

FAHMI MASSIARA KANTONGI REKOMENDASI PKS DAN DEMOKRAT DIPASTIKAN BERTARUNG DI PILKADA MAJENNE

Fahmi Massiara (Wabup Majenne)
JELAJAH, Cyber Majenne : Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Majene yang akan dilaksanakan serentak 9 Desember mendatang, saat ini nampaknya membuat sejumlah figur terus gencar bersaing untuk mengantongi rekomendasi Partai Politik (Parpol) sebagai persayaratan maju.

Salah satu kandidat calon bupati Majene yang juga wakil Bupati Mamuju, Fahmi Massiara, dikabarkan telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk dikendarai dalam Pilbup Majene 2015 Desember mendatang.

"Rekomendasi DPP PKS diberikan kepada pak Agus Ambo Djiwa untuk Pilbup Matra dan Fahmi Massiara untuk Majene. Ini sudah final, kami Ke Jakarta mendampingi pak Agus. Fahmi Massiara seperti juga sudah dipanggil oleh DPP untuk finalisasi dukungannya," Ucap Nazaruddin, Sabtu (13/6), seperti yang dikutip dari InfoSulbar.

senada dengan keterangan Hajrul Malik, pengurus DPW PKS Sulbar yang membenarkan kabar dukungan PKS kepada kedua Balon Bupati ini. 

"Iya, tapi akan ada rilis dari DPW (PKS Sulbar)," kata Hajrul Malik.

Dengan bergabungnya PKS ke Demokrat partai pengusung fahmi aebelumnya, kini telah meyakinkan bahwa  Fahmi Massiara telah memenuhi persyaratan untuk melangkah ke tahapan pendaftaran bakal calon Bupati Majene 2015, yang akan di buka oleh KPUD Majenne pada bulan Juli nanti.(*)

DANA TERLAMBAT, PILKADA SERENTAK PAPUA TERANCAM DI TUNDA

JELAJAH, Cyber News : Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangung di 11 kabupaten di Papua akan menemui banyak kendala, bahkan terancam berujung ditundanya pelaksanaan pilkada karena masalah pencairan dana dari pemerintah daerah yang lamban.
Meski demikian, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Papua, Adam Arisoy mengaku optimistis semuanya bisa berlangsung sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.


Arisoy mengatakan, dari total Rp 25,4 miliar yang diajukan KPU, baru Rp 3,5 miliar yang diberikan. Padahal, tahapan pilkada sudah masuk pada penerimaan berkas pasangan calon.


"Persiapan sangat terkendala oleh dana yang belum [dikirimkan sesuai permintaan, dan] masih dicicil oleh pemerintah daerah untuk KPU setempat. Padahal, banyak daerah yang ada calon perseorangan, harus kami vefirikasi sampai tingkat bawah,” ujar Arisoy di Hotel Grand Abe, Jayapura, Selasa (16/6).


Kata dia, dari 11 kabupaten di Papua yang akan melaksanakan pilkada serentak akhir tahun ini, baru Merauke yang sudah 100 persen dananya dicairkan, diikuti Pegunungan Bintang yang sudah hampir 90 persen.


Ada pun dana dan persentasinya yakni, Kabupaten Merauke dana yang diajukan Rp 35 Miliar (sudah 100 persen), Nabire diajukan Rp 27,3 miliar (baru diberikan Rp 15 miliar), Kabupaten Asmat diajukan Rp 25,8 miliar (baru diberikan Rp 15 miliar), Kabupaten Supiori mengajukan Rp 12,4 miliar (baru diberikan Rp 7 miliar), Kabupaten Keerom alokasi Rp 15 miliar (baru diberikan Rp 5 miliar), lalu Kabupaten Mamberamo Raya alokasi Rp 22 miliar, (realisasi sementara Rp 11 miliar), Kabupaten Boven Digul alokasi Rp 35 miliar (baru terealisasi Rp 14 miliar).
Kabupaten Waropen mengajukan alokasi Rp 25 miliar (baru terealisasi Rp 3,4 miliar), Kabupaten Yahukimo mengalokasikan Rp 54 miliar (baru terealisasi Rp 8 miliar), Kabupaten Pegunungan Bintang dari alokasi Rp 26 miliar (sudah realisasi Rp 23,7 miliar), dan Kabupaten Yalimo dari alokasi 37 miliar (baru terealisasi Rp 11 miliar).
“Bahkan, dari monitoring di kabupaten Waropen, dana yang direalisasi itu sudah habis terpakai oleh KPUD di sana. Kami akan lapor KPU untuk lapor pada Mendagri kalau tetap demikian, biar ditunda saja pada semester berikut,” kata Arisoy.


Ia pun berharap pemerintah daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak, agar konsekuen dengan Surat Edaran Mendagri agar tidak mencicil dana pada KPUD setempat.
Dia mengancam akan menghentikan proses pilkada di sana jika tetap seperti itu keadaannya.


"Meski begitu prinsipnya kami KPU Papua optimistis Pilkada di 11 Kabupaten ini tetap jalan. Untuk Waropen kami sudah bertemu dengan Plt Bupati dan beliau berjanji hari Jumat nanti akan siapkan biayanya. Kita tunggu saja,” ujar Arisoy.


Sumber : @copyringht BeritaSatu

BEBERAPA BAKAL CALON YANG MENDAFTAR MELALUI JALUR PERSEORANGAN TERKENDALA SOAL PRASYARAT ADMINISTRASI

JELAJAH, Cyber News – Terkait dengan pendaftaran bakal calon kepala daerah di beberapa kabupaten di SulSel melalui jalur independen tidak semua akan meloloskan para pendaftar.

Beberapa bakal calon kepala daerah yang sebelumnya telah mendaftar di KPU melalui jalur Independen terjanggal persyaratan verifikasi data.


beberapa persyaratan yang tidak mampu dipenuhi antara lain : soft copy dan hard copy dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), adapula pendaftar yang tidak memenuhi syarat jumlah dukungan minimal sesuai yang telah di tetapkan oleh masing - masing KPUD sebagai penyelenggara pilkada yang akan dilaksanakan serentak Desember mendatang. 


sesuai informasi yang kami himpun hingga saat informasi ini dimuat, pasangan calon yang terjanggal verifikasi terjadi di KPU Gowa, KPU Bulukumba, KPU Maros dan KPU Soppeng.


Pasangan bakal calon di KPUD Gowa, Hasan Hasyim- Abdul Natsir dianggap tidak memnuhi standar minimal dukungan.


Sementara di KPUD Bulukumba pasangan Abdul Kahar Muslim – M Arif tidak diloloskan ke tahapan selanjutnya karena tidak menyerahkan soft copy dan hard copy dokumen dukungan.


Serupa yang terjadi di Selayar, pasangan Andi Taufan Marimba – Andi Nur tidak menyertakan soft copy file persyaratan pendaftaran. Pasangan Andi Taufan Marimba - Andi Nur yang satu-satunya yang mendaftar di jalur independen di Pilkada Selayar juga terganjal di persoalan aadministrasi prasyarat untuk mencalonkan melalui jalur perseorangan.

Di Soppeng juga demikian, pasangan A Nurlinda – Muhammad Aksan dinyatakan tidak lolos pada tahap verifikasi berkas karena tidak memenuhi persyaratan penyerahan data berupa data asli, dan dua foto copy KTP dan atau Kartu Keluarga.


Sedangkan di Maros, ada dua pasangan calon yang dinyatakan gugur, yakni Andi Ince Sari Said – H Abdul Razak Labba dan Andi Anwar Banu-Andi Mappiasse. Dua pasangan ini tidak mampu memenuhi jumlah minimal dukungan yang sebelumnya sudah ditetapkan KPU Maros. (Fr*)

GERINDRA SULSEL TELAH MENENTUKAN NAMA - NAMA CALON YANG SIAP UNTUK DI USUNG

Prabowo Subianto (Ketua DPP Partai Gerindra)
JELAJAH, Cyber SulSel : Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang di ketuai oleh Bpk. Prabowo Subianto yang telah membuka pendaftaran di beberapa Kabupaten beberapa waktu lalu kini telah mengerucut dengan beberapa nama yang di rekomendasikan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 Desember mendatang.

KEPALA BAPEDDA PINRANG SIAP BERTARUNG DI PILKADA BARRU

Suardi Saleh (Bapedda Pinrang)
JELAJAH, Cyber Barru - Kepala Bapedda Kab. Pinrang, Suardi Saleh di wacanakan menjadi salah satu sosok yang kuat di Pilkada Barru.

Suardi Saleh yang sudah puluhan tahun bergelut du dunia birokrasi mengaku nelum pernah memberikan konstribusi terhadap tanah kelahiranya.

MANTAN BUPATI BULUKUMBA BERPOTENSI DAPAT DUKUNGAN PARTAI DEMOKRAT

Rakyat for ST15 - Komuniatas team yang mengaku
akan siap dukung Sukri - Tomy
JELAJAH, Cyber Bulukumba - Mantan Bupati Bulukumba periode 2005-2010 Andi Sukri Sappewali dikabarkan akan menggandeng bakal calon dari Partai Demokrat Tomy Satria Yulianto sehingga sangat berpotensi mendapatkan dukungan partai berlambang mercy pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015.

INCUMBENT BUPATI PANGKEP DI ISUKAN RENCANA PAKET DENGAN MANTANG RIVALNYA

Ilustrasi Pilkada
JELAJAH, Cyber Pangkep : Terkait pemilihan Kepala daerah yang dilaksanakan serentak di 11 (sebelas) Kabupaten se Sulawesi Selatan pada bulan Desember mendatang. Salah satunya adalah Kabupaten Pangkep, daerah yang memiliki kandidat incumbent yang akan siap kembali  bertarung pada akhir tahun mendatang.

12 BAKAL CALON MENDAFTAR DI GOLKAR BULUKUMBA

A. Sukri Sappewali saat mendaftar di Golkar Bulukumba
JELAJAH, Cyber Bulukumba : Partai Golkar yang telah membuka pendaftaran bakal calon (balon) bupati Bulukumba menjelang pemilihan kepalada daerah mendatang. Pendaftaran yang rencana akan di tutup pukul 22.00 Wita nanti.

MAKNA PUTRA DAERAH DALAM MENGANALISIS KLAIM DIRI SEBAGAI BENTUK IDENTITAS MUSIMAN MENJELANG PILKADA

Ilustrasi pemilihan Kepala Daerah
Cyber Artikel

Penulis : Musdalifa Indra Pratiwi.S.Sos 

JELAJAH, Cyber Opini : Pilkada sebentar lagi akan dilaksanakan di 11 (sebelas) Kabupaten secara serentak di Sulawesi Selatan. Pada moment ini keterlibatan masyarakat sangat menentukan nasib dan perkembangan daerah 5 (Lima) tahun kedepan. Sehingga diperlukan analisa yang tajam bagi tiap – tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya. Olehnya itu perngenalan dan sosialisasi calon atau kandidat akan yang siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah harus dikatahui setiap anggota masyarakat sebagai acuan dalam memilih nahkoda yang akan memimpin suatu daerah selam 5 (lima tahun kedepan).

Berbicara tentang pilkada..!!, Pilkada merupakan bagian dari otonomi daerah (Otoda) dengan tujuan untuk memperkuat partisipasi dan keterlibatan masyarakat. Olehnya itu sangat diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat daerah. Dengan adanya pilkada di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Kehadiran Pilkada sebagai bentuk dari Otonomi daerah (Otoda) merupakan suatu regulasi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin dalam hal ini Bupati dengan maksud dan tujuan meperlihatkan sejatinya sebuah demokrasi di Negeri ini.

Namun ada hal yang sangat menarik sesaat sebelum menjelang pilkada, yakni dengan berkembangnya wacana putra daerah. Akhir-akhir ini kata putra daerah semakin membumi dan menjadi nilai jual bahkan diyakini menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin daerah. Sehingga jangan heran lagi ketikan seorang calon bupati menambahkan keterangan putra daerah pada setiap kampanyenya.

Melihat fenomena tersebut, diperlukan pemikiran, analisa, pengalaman serta referensi secara jernih dalam memaknai kalimat putra. Apakah yang dimaksud putra daerah adalah mereka yang lahir, berkependudukan dan hidup tumbuh besar di daerah yang ?. Apakah putra daerah merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin? Dan ataukah putra daerah mereka yang memiliki hubungan biologis dengan masyarakat sekitar atau sekedar lahir di suatu daerah dan setelah itu, mereka pergi dan tidak pernah memberikan konstribusi terhadap daerah tersebut ?


Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa depdikbud republik Indonesia tidak terdapat arti dari kata putra daerah. Kata yang berdekatan ialah bumi putera yang memiliki arti anak negeri atau penduduk asli atau pribumi. Masih berdasarkan kamus tersebut jika kata putra daerah dibagi dua, yakni putra dan daerah, maka didapati arti putra yaitu anak laki-laki dan daerah yakni suatu tempat sekeliling atau yang termasuk di lingkungan suatu kota, wilayah, dll.

Sedangkan menurut webstern dictionary kata putra daerah lebih dekat kepada kata native (orang pribumi) yang artinya an origin in habitant (penduduk asli) or long life resident (penduduk tetap) atau existing in or belonging to one by nature (seseorang yang tinggal di daerah tersebut).

Berdasarkan defenisi diatas dalam teori Samuel P. Huntington, pernah mendefenisiskan putra daerah menjadi 4 jenis yang salah satunya adalah :

Putra Daerah daerah politik, yaitu putra daerah genealogis yang memiliki kaitan politik dengan daerah tersebut, bahkan Putra daerah politik terkadang hanyalah klaim diri dan melekatkan status sebagai putra daerah dan hanya memiliki hubungan biologis (orang tua atau keluarga berasal dari daerah yang dimaksud) dengan masyarakat sekitar namun tidak pernah memberikan konstribusi kepada daerah tersebut, Sering kita dapatkan seorang perantau yang telah sukses kembali kedaerah hanya karena kepentingan politik.
Putra daerah ekonomi, yaitu putra daerah genealogis yang karena kapasitas ekonominya kemudian memiliki kaitan dengan daerah asalnya melalui kegiatan investasi atau jaringan bisnis di daerah asalnya. Putra daerah ini terlintas hanya memiliki kepentingan pragmatis dengan daerah asalnya. Mereka menggunakan daerah hanya sebagai basis pemenuhan kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri. Namun sebaliknya daerah itu pun sedikit banyak memperoleh keuntungan politik dan ekonomi dari mereka.

Putra daerah sosiologis, yaitu mereka yang bukan saja memiliki keterkaitan genealogis dengan daerah tersebut tetapi juga hidup, tumbuh, dan besar serta berinteraksi dengan masyarakat daerah tersebut. Mereka menjadi bagian sosiologis dari daerah tersebut. Dan banyak memberikan konstribusi kepada masyarakat sekitar dan daerah serta melakukan keseharianya memiliki hubungan social dengan masyarakat sekitar.

Dari defenisi-defenisi di atas, jelaslah bahwa putra daerah tidak dapat didefenisikan secara sempit. Putra daerah tidak hanya dapat di artikan sebagai orang yang merupakan penduduk asli dari suatu daerah atau merupakan suku dari suatu daerah tersebut. Namun defenisi putra daerah mengandung makna yang luas tergantung dari obyek dan sudut pandang kita menilai. Selain itu, dalam suatu daerah tidak mungkin hanya terdapat satu macam suku atau pun ras tapi terdiri dari berbagai macam suku dari berbagai daerah yang datang dan menetap di daerah tersebut.

Inilah salah satu kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku. Jika pemahaman-pemahaman tentang putra daerah ini terus dikembangkan maka akan memicu timbulnya semangat primordialisme atau rasa kesukuan yang berlebihan yang dapat mengancam keutuhan  suatu daerah bahkan negara republik indonesia.

Kembali ke pemilihan pemimpin daerah yang harus diutamakan ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu daerah tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun tidak memiliki kapabilitas, integritas terlebih lagi sikap ketegasan dan pangalaman sebagai pemimpin.

Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik serta public figure yang benar – benar telah teruji, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas serta ketegasan yang sangat dibutuhkan di dunia  perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas dan mampu menjawab segalah permasalahan suatu daerah dan keluhan rakyat.

Berangkat dari beberapa defenisi putra daerah yang telah dijelaskan, Bahwa terkadang adanya klaim status yang melekatkan sebuah status dalam dirinya sebagai putra daerah sehingga menarik simpati masyarakat perlu analisa dan penerawangan yang tajam. Hak politik mencalonkan diri sebagai kepala daerah merupakan hak yang telah melekat pada setiap masyarakat, namun telah diatur dalam regulasi yang mengatur tentang pemilihan Kepala Daerah. Namun yang perlu kita ketahui bersama klaim diri dengan melekatkan status sebagai bentuk sanderaan kepentengan politik harus perlu penafsiran dan pemaknaan yang jerni, beberapa fenomena yang telah terjadi akibat klaim diri sehingga sebagian masyarakat tertipu dan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Kita tidak membatasi hak Politik bagi mereka yang ingin bertarung dalam pesta demokrasi mendatang, Namun bercermin pada beberapa pengalam yang lalu perlu ada penalaran yang mesti kita hadirkan dari sekarang. Bahwa klaim diri sebagai putra daerah harusla berdasarkan dengan defenisi dan sudut pandang yang telah kita bahas diatas dan hal ini tidak terlepas dari kepentingan suatu daerah. Pemimpin yang mengetahui Geopolitik, Geografis dan Demografis serta keseharian suatu masyarakat dianggap ideal memimpin suatu daerah.

Jika suatu kepemimpinan diserahkan kepada yang tidak memiliki kapabilitas dan pengetahuan maka kita sedang mempersiapkan kehancuran yang terencana seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya:

“Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. ada yang bertanya, “bagaimana menyia-nyiakannya?” beliau menjawab, “jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhari). (*)



Dengan senang hati kami akan memuat tulisan berupa opini, artikel, peristiwa, dll  yang anda kirimkan ke Email kami. Kami telah menyiapkan kolom kepada citizen yang telah mengirim tulisan ke email kami. Silahkan kirim tulisan anda di Email : onlinejelajah@gmail.com atau melalui  via pesan facebook : Balla Jelajah (Jelajah Cyber)

A. SUKRI SAPPEWALI - TOMI SATRIA PASANGAN KUAT DI PILKADA BULUKUMBA



JELAJAH, Cyber Bulukumba : Kehadiran pasangan bakal calon A. Sukri Sappewali dan Tomi Satria Yulianto tampak semakin kuat di Pilkada Bulukumba yang dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

AM. Sukri Sappewali dan Tomi Satria Yulianto
Kedua figur yang memiliki karakter berbeda menjadi pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dan dipastikan sampai hari ini pasangan Sukri – Tomi hadir sebagai pasangan terkuat. Belum lagi dengan beberapa hasil lembagai survei yang memposisikan A.Sukri memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi. Posisi kekuatan Sukri – Tomi dianggap mampu memenangkan Pilkada bulukumba yang akan berlansung akhir tahun mendatang.

A. Sukri Sappewali merupakan purnawirawan yang berafiliasi dan bahkan menjadi politisi senior di Bulukumba dan pernah menjabat sebagai bupati di periode 2005 – 2010, sedangkan Tomi Satria yulianto adalah legislator muda yang memiliki integritas dan kapabilitas yang telah teruji di kursi parlemen Bulukumba.


BULUKUMBA SEMAKIN DISERUKAN DENGAN AKRONIM ST15, PERNYATAAN DUKUNGAN SUKRI – TOMI SEMAKIN MENCUAP

A. Sukri Sappewali
JELAJAH, cyber Bulukumba : A. Sukri Sappewali, Mantan Bupati pada periode 2015 – 2010 yang telah menyatakan sikap akan ikut serta dalam pemilihan Kepala Daerah Bulukumba desember mendatang kini semakin hangat di Bicarakan setelah siap menggandeng legislator muda partai democrat sebagi bakal calon wakil Bupati pada pesta demokrasi mendatang. Tomi Satria Yulianto yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Bulukumba yang dikenal memiliki kemampuan diri serta segudang prestasi dinilai ideal mendampingi A. Sukri pada pesta demokrasi mendatang.

KERJA NYATA KPU AKAN WUJUDKAN PILKADA DAMAI

Syahruddin Syair (Iip)
Penulis : Syahruddin Syair (Iip)


JELAJAH, Cyber Artikel : Masih teringat jelas memorandum perhelatan politik pemilukada kab.bulukumba tahun priode 2010-2015,dimana beberapa calon yg ikut memeriahkan pesta demokrasi itu penuh semangat kerja keras & kekompakan kerja sama team yang cukup baik. terlihat pada saat momentum pemilihan tersebut berlangsung kinerja tim di beberapa TPS (tempat pemungutan suara) yang sudah di bentuk oleh KPU (komisi pemilihan umum) kab.bulukumba cukup memuaskan.

AKRONIM ST15, SUKRI - TOMI SEMAKIN MENGUAT DI BULUKUMBA

JELAJAH, Cyber Politik : Bakal calon Bupati dengan akronim ST15 yang menyebut 2 (dua) inisial figur Toko masyarakat dan Toko muda Kab. Bulukumba makin menguat dalam menyambut pesta demokrasi mendatang. Pasangan Sukri – Tomi dinilai adalah pasangan yang ideal karena akan mewakili tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kab. Bulukumba.

RATUSAN PENDUKUNG DISKUSI DENGAN SUKRI - TOMI


Pertemuan pendukung Sukri - Tomi
JELAJAH, Cyber Politik : Ratusan pendukung balon bupati AM. Sukri Sappewali dan balon wakil Bupati Tomi Satria Yulianto yang berhembus dengan akronim ST15 malakukan diskusi dengan paket ST15 tersebut. Kegiatan ini berlansung di Bola Sarajae, Ponre, Bulukumba, Rabu (03/06/2015.

Kegiatan pengumpulan tim ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan untuk menghadapi Pilkada Bulukumba ke depan. Dalam pertemuan di hadiri Bakal Calon Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, yang siap mendampingi AM.Sukri (AMS).

SIKAP DEMOKRATIS SUKRI – TOMI TARIK SIMPATI RAKYAT




A. Sukri (Kanan) dan Tomi Satria (Kiri)

JELAJAH, Cyber Bulukumba : Pesta demokrasi yang akan berlansung di 11 Kabupaten yang salah satunya adalah Kabupaten Bulukumba telah membahwa perubahan suhu politik di daerah tersebut.

A. SUKRI SAPPEWALI BERPELUANG KEMBALI MEMIMPIN BULUKUMBA



A. Sukri Sappewali

JELAJAH, Cyber Politi : Menjelang Pilkada yang semakin dekat di Kabupaten Bulukumba wajah lama bakal masih menghiasi pesta demokrasi 2015, popularitas dan elektabilitas kandidat masih di dominasi oleh pemain lama, terlihat dari beberapa hasil survei sejak awal bermunculanya banyak figur hingga sekarang.

Polpularitas dan Elektabilitas A Sukri Sappewali yang terus berada dalam posisi teratas di beberapa hasil survei semakin menguatkan peluang kemenangan A.Sukri di pilkada yang akan berlansung bulan Desember mendatang.

11 KABUPATEN POTENSI NASDEM USUNG KADER HANYA BARRU



Logo partai Nasdem

JELAJAH, Cyber Politik : Nampak kader Nasdem sulit diusung di 11 pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Selatan, Hal ini dapat dinali dari elektabilitas dan popularitas kader yang sulit bertarung dengan beberapa figur lain.

Kader internal yang sulit diusung masing-masing Saldy Mansyur (Luwu Timur), Sidik BM (Luwu Timur), Arum Spink (Bulukumba) Pendi Bangadatu (Toraja Utara), M Rajab (Luwu Utara), Bartolomelius Tandiayu (Toraja), Andi Akbar Singke (Soppeng) Naharuddin (Maros), Ady Anshar (Selayar), Dahlan Gege dan Kapten Ariady (Gowa).

 
Support : Cyber Jelajah
Since © 2014. CYBER JELAJAH - Kupas Jelajah Informasi
Email : onlinejelajah@gmail.com
FB : Balla Jelajah (Jelajah Cyber